Gekrafs Resmikan DPLN di Azerbaijan dan Kazakhstan, Buka Peluang Investasi Ekonomi Kreatif Indonesia

0
IMG-20260622-WA0044(1)

Baku/Astana – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) terus memperluas jejaring internasional guna memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi kreatif global. Melalui program Creative Economy Diplomatic Mission 2026 yang berlangsung pada 19–22 Juni 2026, Gekrafs resmi melantik Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) di Azerbaijan dan Kazakhstan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi diplomasi ekonomi kreatif Indonesia untuk membuka akses pasar internasional, memperluas kolaborasi lintas negara, serta memperkenalkan potensi kreatif anak bangsa kepada dunia.

Ketua Umum , , menyatakan bahwa misi diplomatik ini merupakan upaya konkret untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif dunia.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan budaya, kreativitas, dan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global apabila didukung oleh jejaring internasional yang kuat.

“Creative Economy Diplomatic Mission diharapkan menjadi gerakan besar untuk memperkenalkan Indonesia sebagai pusat peradaban ekonomi kreatif dunia. Kita memiliki talenta, budaya, dan kreativitas yang sangat besar untuk tampil di panggung internasional,” ujarnya.

Bawa Komitmen Investasi dari Azerbaijan

Selain meresmikan DPLN di dua negara Asia Tengah dan Kaukasus tersebut, rangkaian kegiatan juga menghasilkan komitmen investasi dari Azerbaijan yang ditujukan untuk mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.

Meskipun nilai investasi belum diumumkan secara rinci, komitmen tersebut dinilai sebagai sinyal positif bahwa sektor ekonomi kreatif Indonesia semakin mendapatkan perhatian dari mitra internasional.

Selama misi berlangsung, berbagai agenda strategis digelar, mulai dari Creative Expo, Creative Talkshow, hingga Business Matching yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan investor, komunitas bisnis, dan mitra potensial dari berbagai negara.

Forum tersebut menjadi ruang promosi bagi produk kreatif Indonesia sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang industri kreatif, teknologi, budaya, desain, fesyen, hingga ekonomi digital.

DPLN Jadi Jembatan Kreator Indonesia ke Pasar Global

Ketua Koordinator DPLN Gekrafs, , menjelaskan bahwa keberadaan DPLN memiliki fungsi strategis sebagai pusat jejaring ekonomi kreatif Indonesia di luar negeri.

Menurutnya, DPLN akan berperan sebagai penghubung antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan pasar internasional melalui promosi produk, pencarian mitra usaha, serta pengembangan kolaborasi lintas negara.

“DPLN menjadi creative economy hub yang membuka peluang bisnis, memperkenalkan karya kreatif Indonesia, dan membangun kolaborasi antara kreator Indonesia dengan komunitas global,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran DPLN di Azerbaijan dan Kazakhstan merupakan langkah penting dalam memperkuat diplomasi budaya sekaligus diplomasi ekonomi berbasis kreativitas.

Perkuat Hubungan Indonesia dan Azerbaijan

Duta Besar Republik Indonesia untuk , , yang juga menjadi Dewan Pembina DPLN Gekrafs Azerbaijan, menyambut positif pembentukan perwakilan tersebut.

Ia menilai sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Azerbaijan yang selama ini berkembang dalam berbagai bidang.

Menurutnya, kedua negara memiliki peluang kerja sama yang luas, mulai dari sektor energi, ketahanan pangan, ketahanan air, perdagangan, investasi, hingga sosial dan budaya.

Kehadiran Gekrafs di Azerbaijan diharapkan mampu menjadi katalisator bagi peningkatan investasi sekaligus memperluas ruang kolaborasi antara pelaku usaha kreatif kedua negara.

Indonesia Ingin Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Dunia

Kawendra Lukistian menegaskan bahwa ekonomi kreatif merupakan sektor masa depan yang bertumpu pada ide, inovasi, dan kreativitas manusia.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu negara yang secara khusus membentuk kementerian yang menangani ekonomi kreatif dan memiliki komitmen kuat dalam pengembangan sektor tersebut.

Menurutnya, peresmian DPLN Azerbaijan menandai kehadiran Gekrafs di negara ke-12 dalam jaringan internasional organisasi tersebut.

Ekspansi ini menunjukkan semakin luasnya dukungan internasional terhadap gagasan menjadikan Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif global.

Tonggak Baru Diplomasi Ekonomi Kreatif

Peresmian DPLN Gekrafs di Azerbaijan dan Kazakhstan menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat diplomasi ekonomi kreatif Indonesia di tingkat internasional.

Dengan hadirnya perwakilan resmi di kedua negara tersebut, pelaku ekonomi kreatif Indonesia kini memiliki akses yang lebih luas untuk memasarkan produk, membangun jejaring bisnis, dan menjalin kolaborasi dengan pasar internasional.

Komitmen investasi yang berhasil diperoleh dari Azerbaijan juga menjadi bukti bahwa ekonomi kreatif Indonesia semakin dipandang sebagai sektor strategis yang memiliki prospek besar di masa depan.

Ke depan, perluasan jaringan DPLN di berbagai negara diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi kreatif dunia sekaligus memberikan manfaat nyata bagi UMKM kreatif, kreator, pelaku industri budaya, dan generasi muda Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *