China Dukung Kelanjutan Dialog Iran-AS, Serukan Momentum Perdamaian Terus Dijaga

0
IMG-20260624-WA0023

BEIJING – Pemerintah China menyatakan dukungan penuh terhadap kelanjutan dialog antara Iran dan Amerika Serikat yang saat ini berlangsung melalui mediasi Pakistan dan Qatar. Beijing berharap kedua negara dapat mempertahankan momentum negosiasi, mempersempit perbedaan pandangan, dan terus bergerak menuju penyelesaian damai atas berbagai persoalan yang selama ini memicu ketegangan di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing, Senin (22/6/2026). Menurutnya, China menyambut baik berbagai upaya diplomatik yang dilakukan untuk mendorong stabilitas kawasan dan mengurangi risiko konflik yang lebih luas.

“China mendukung upaya mediasi yang dilakukan oleh Pakistan, Qatar, dan berbagai pihak terkait guna mendorong dialog konstruktif antara Iran dan Amerika Serikat,” ujar Guo.

Pernyataan itu muncul di tengah berlangsungnya perundingan tingkat tinggi Iran-AS di Burgenstock, Swiss, yang merupakan bagian dari implementasi Nota Kesepahaman (MoU) yang sebelumnya dicapai melalui mediasi Pakistan.

MoU Iran-AS Jadi Dasar Negosiasi

Sebelumnya, pada 14 Juni 2026, Iran dan Amerika Serikat mengumumkan kesepahaman awal yang memuat 14 poin utama sebagai kerangka penyelesaian konflik dan normalisasi hubungan secara bertahap.

Kesepakatan tersebut mulai berlaku pada 18 Juni 2026 setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran, , dan Presiden Amerika Serikat, .

Dalam kesepahaman tersebut, kedua negara sepakat menghentikan berbagai bentuk permusuhan, membuka kembali jalur pelayaran strategis di , serta membahas langkah-langkah untuk meredakan ketegangan yang selama ini memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah.

Pakistan dan Qatar sebagai mediator juga mendorong pembentukan mekanisme koordinasi bersama guna memastikan implementasi berbagai poin kesepakatan yang telah dicapai.

Wang Yi: Pintu Perdamaian Jangan Ditutup Kembali

Menteri Luar Negeri China, , sebelumnya telah menyampaikan dukungannya terhadap proses negosiasi tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, .

Dalam pembicaraan itu, Wang Yi menilai munculnya kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat menjadi sinyal positif bagi upaya menciptakan stabilitas regional.

Menurut Wang, pengalaman selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa penggunaan kekuatan militer maupun tekanan politik tidak mampu memberikan solusi permanen terhadap konflik yang kompleks.

“Dialog dan negosiasi tetap menjadi jalan terbaik untuk menyelesaikan perbedaan,” tegas Wang Yi.

Ia juga menekankan bahwa momentum perdamaian yang telah tercipta harus dijaga bersama.

“Ketika pintu perdamaian telah terbuka, maka pintu tersebut tidak boleh ditutup kembali,” ujarnya.

China Tegaskan Dukungan terhadap Stabilitas Kawasan

Sebagai mitra strategis Iran sekaligus salah satu kekuatan global yang memiliki kepentingan besar di kawasan Timur Tengah, China menegaskan komitmennya untuk terus mendukung langkah-langkah diplomatik yang mengarah pada stabilitas dan keamanan regional.

Beijing juga menyatakan siap memperkuat komunikasi dengan Teheran serta mendukung berbagai inisiatif internasional yang bertujuan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai.

Pemerintah China menilai negara-negara di kawasan memiliki peran utama dalam menentukan masa depan mereka sendiri dan harus diberi ruang untuk menyelesaikan berbagai persoalan melalui dialog yang setara.

Dukungan Internasional Menguat

Dukungan terhadap proses negosiasi Iran-AS tidak hanya datang dari China. Pakistan dan Qatar sebagai mediator utama juga terus mendorong kedua pihak agar menjaga komitmen terhadap proses diplomatik yang sedang berlangsung.

Pemerintah Iran menyampaikan apresiasi atas dukungan Beijing dalam mendorong proses dialog, sementara sejumlah negara lain juga menyambut positif perkembangan terbaru tersebut.

Meski sempat diwarnai ketegangan, termasuk aksi protes delegasi Iran terhadap pernyataan keras Presiden Trump yang memicu penghentian sementara pembicaraan, proses negosiasi sejauh ini tetap berlanjut melalui jalur mediasi.

Harapan Baru bagi Timur Tengah

Para pengamat menilai keberhasilan dialog Iran-AS akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah stabilitas Timur Tengah dalam beberapa tahun ke depan.

Selain berdampak terhadap keamanan kawasan, kemajuan negosiasi juga berpotensi memengaruhi perdagangan energi global, lalu lintas pelayaran internasional, serta hubungan diplomatik antarnegara di kawasan Teluk.

China berharap seluruh pihak dapat mempertahankan semangat dialog dan menghindari langkah-langkah yang berpotensi memicu eskalasi baru.

Dengan dukungan dari berbagai negara dan organisasi internasional, proses negosiasi yang sedang berlangsung di Swiss diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan demi terciptanya perdamaian jangka panjang di Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *