22 Juni, Kroasia Peringati Hari Perjuangan Anti-Fasis sebagai Hari Libur Nasional
Zagreb – Setiap tanggal 22 Juni, Kroasia memperingati Hari Perjuangan Anti-Fasis (Dan antifašističke borbe), sebuah hari libur nasional yang didedikasikan untuk mengenang perjuangan rakyat melawan rezim fasis selama Perang Dunia II.
Peringatan tersebut memiliki makna historis yang mendalam bagi bangsa Kroasia karena merujuk pada peristiwa 22 Juni 1941, saat Detasemen Partisan Sisak Pertama dibentuk di Hutan Brezovica, dekat Kota Sisak. Unit tersebut dikenal sebagai salah satu kelompok perlawanan anti-fasis pertama yang terbentuk di kawasan Eropa Tenggara pada masa Perang Dunia II.
Pembentukan detasemen tersebut terjadi tidak lama setelah pendudukan Kerajaan Yugoslavia oleh pasukan Nazi Jerman dan Italia Fasis pada April 1941. Pada hari yang sama ketika Jerman melancarkan Operasi Barbarossa terhadap Uni Soviet, kelompok perlawanan yang dipimpin kader-kader komunis mulai mengorganisasi perlawanan bersenjata terhadap kekuatan pendudukan.
Kelompok tersebut kemudian berkembang menjadi bagian dari gerakan partisan yang berjuang melawan pasukan Nazi Jerman, Italia Fasis, serta rezim boneka yang dikenal sebagai Negara Independen Kroasia (NDH) selama masa perang.
Menjadi Hari Libur Nasional Sejak 1991
Hari Perjuangan Anti-Fasis secara resmi ditetapkan sebagai hari libur nasional oleh Parlemen Kroasia pada tahun 1991, bertepatan dengan masa transisi politik menjelang kemerdekaan negara tersebut dari Yugoslavia.
Penetapan tanggal 22 Juni menggantikan hari peringatan sebelumnya yang diperingati setiap 27 Juli pada era Republik Sosialis Kroasia.
Sejak saat itu, Hari Perjuangan Anti-Fasis tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah perlawanan terhadap fasisme, tetapi juga digunakan untuk menghormati seluruh korban perang, kekerasan politik, serta konflik yang pernah terjadi di kawasan tersebut.
Upacara Peringatan Digelar di Berbagai Wilayah
Menjelang peringatan tahun 2026, berbagai upacara penghormatan telah dilaksanakan di sejumlah wilayah Kroasia.
Di kawasan Krapina-Zagorje, Međimurje, dan Varaždin, delegasi pemerintah daerah melakukan peletakan karangan bunga dan penyalaan lilin sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang anti-fasis yang gugur selama perang.
Penghormatan juga dilakukan di Monumen Peringatan Bukit Špiranec di Bedekovčina, lokasi bersejarah yang berkaitan dengan pembentukan salah satu kompi partisan pertama di wilayah tersebut.
Bupati Krapina-Zagorje, , menegaskan bahwa para pejuang anti-fasis layak mendapatkan penghormatan atas pengorbanan mereka dalam melawan ideologi yang dianggap sebagai salah satu kejahatan terbesar dalam sejarah umat manusia.
Sementara itu, di Kota Čakovec, upacara digelar di kompleks Istana Zrinski yang dihadiri berbagai organisasi veteran dan kelompok anti-fasis.
Bupati Međimurje, , menekankan bahwa nilai-nilai anti-fasisme tetap menjadi bagian penting dalam identitas bangsa Kroasia modern.
Menurutnya, fondasi negara Kroasia dibangun di atas perjuangan melawan fasisme serta semangat mempertahankan kemerdekaan dan kebebasan.
Ia juga mengenang ribuan warga Međimurje yang pernah bergabung dalam Tentara Pembebasan Nasional selama Perang Dunia II.
Di Varaždin, Wali Kota mengingatkan pentingnya menjaga akurasi sejarah di tengah munculnya berbagai upaya revisionisme sejarah yang berkembang di sejumlah negara Eropa.
Simbol Perlawanan terhadap Totalitarianisme
Bagi Kroasia modern, Hari Perjuangan Anti-Fasis tidak hanya menjadi peringatan sejarah semata, tetapi juga simbol komitmen terhadap demokrasi, kebebasan, toleransi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Melalui berbagai kegiatan peringatan, masyarakat diajak untuk merefleksikan dampak destruktif ideologi totaliter sekaligus menghargai perjuangan generasi terdahulu yang mempertahankan kebebasan dan martabat manusia.
Sebagai hari libur nasional, sebagian besar sekolah, kantor pemerintahan, dan sejumlah tempat usaha di Kroasia tutup untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat mengikuti berbagai kegiatan peringatan maupun penghormatan terhadap para pejuang anti-fasis.
Peringatan Hari Perjuangan Anti-Fasis 2026 kembali menegaskan bahwa perjuangan melawan fasisme merupakan bagian penting dari identitas sejarah Kroasia dan tetap relevan sebagai pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan, demokrasi, dan perdamaian di era modern.
