Prabowo Dukung Penguatan Olahraga Nasional: Pelatnas Multiyears, Akademi Atlet hingga Dana Pensiun

0
IMG-20260620-WA0077

BOGOR – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat fondasi olahraga nasional melalui berbagai program strategis yang berorientasi jangka panjang. Komitmen tersebut disampaikan saat menerima Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir serta pelatih Tim Nasional Sepak Bola Indonesia John Herdman di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jumat (19/6/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Sejumlah agenda penting dibahas, mulai dari pembinaan atlet usia dini, penguatan olahraga disabilitas, dukungan anggaran pelatnas multiyears, hingga jaminan kesejahteraan atlet setelah pensiun.

Pelatnas Multiyears Disetujui

Salah satu keputusan strategis yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah dukungan Presiden Prabowo terhadap skema anggaran pelatnas multiyears atau tahun jamak.

Selama ini, program pemusatan latihan nasional (pelatnas) masih bergantung pada mekanisme anggaran tahunan yang kerap menghambat kesinambungan pembinaan atlet. Menpora Erick Thohir menilai sistem tersebut tidak lagi memadai untuk mengejar target prestasi di ajang olahraga internasional.

Menurut Erick, Presiden Prabowo memahami bahwa pembinaan atlet menuju Olimpiade, Asian Games, maupun SEA Games membutuhkan kepastian program dan dukungan anggaran jangka panjang.

“Dalam pembahasan tadi, Presiden sepakat bahwa pelatnas harus memiliki dukungan anggaran multiyears agar atlet dapat fokus berlatih dan mempersiapkan diri secara optimal tanpa terganggu persoalan administratif setiap pergantian tahun anggaran,” ujar Erick.

Kebijakan tersebut diharapkan menjadi fondasi baru bagi peningkatan prestasi olahraga Indonesia di tingkat dunia.

Perhatian Besar untuk Olahraga Disabilitas

Selain pembinaan atlet umum, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan olahraga disabilitas.

Menpora melaporkan bahwa jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai sekitar 23,9 hingga 25,9 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 11 persen aktif dalam kegiatan olahraga.

Pemerintah menilai kelompok disabilitas memiliki potensi besar untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional apabila mendapatkan dukungan yang memadai.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Pemuda dan Olahraga tengah menyiapkan program sertifikasi pelatih bagi penyandang disabilitas. Program ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi mereka untuk berkontribusi dalam dunia olahraga sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi setelah masa kompetisi berakhir.

“Presiden sangat peduli terhadap olahraga disabilitas dan meminta agar pembinaannya terus diperkuat sehingga memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warga negara untuk berprestasi,” kata Erick.

Akademi Olahraga Nasional untuk Cetak Atlet Masa Depan

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga mendorong percepatan pembentukan akademi olahraga nasional yang terintegrasi sejak jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Akademi tersebut dirancang sebagai pusat pembinaan atlet usia dini yang menggabungkan pendidikan formal dengan latihan olahraga berstandar tinggi.

Program ini diharapkan menjadi wadah untuk menemukan dan mengembangkan talenta-talenta muda Indonesia sejak usia 8 hingga 10 tahun agar mampu bersaing di level internasional pada masa mendatang.

Menurut Erick, akademi olahraga akan menjadi bagian penting dari pembangunan ekosistem olahraga nasional yang berkelanjutan dan berorientasi prestasi.

Pemerintah Godok Dana Pensiun Atlet

Aspek kesejahteraan atlet juga menjadi perhatian utama Presiden Prabowo. Dalam pertemuan itu, kepala negara kembali menanyakan perkembangan skema dana pensiun atlet yang saat ini masih dalam tahap penyusunan.

Program tersebut dirancang untuk memberikan perlindungan sosial dan jaminan kesejahteraan bagi atlet setelah mengakhiri karier profesionalnya.

Pemerintah menilai jaminan masa depan yang lebih baik akan membuat atlet dapat fokus mengejar prestasi tanpa dibayangi kekhawatiran mengenai kehidupan pasca-pensiun.

Target Besar Menuju Piala Dunia 2030

Pertemuan di Hambalang juga membahas roadmap sepak bola nasional menuju Piala Dunia 2030.

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memaparkan sejumlah strategi yang tengah disiapkan untuk meningkatkan daya saing skuad Garuda di level internasional. Pembahasan mencakup pengembangan pemain muda, potensi naturalisasi pemain keturunan Indonesia yang berkarier di luar negeri, hingga persiapan menghadapi berbagai agenda FIFA.

Pemerintah menilai sepak bola memiliki peran strategis dalam membangun kebanggaan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah olahraga dunia.

Dengan dukungan penuh Presiden Prabowo terhadap pelatnas multiyears, pengembangan akademi olahraga, penguatan olahraga disabilitas, serta penyusunan dana pensiun atlet, pemerintah menunjukkan keseriusan membangun sistem olahraga nasional yang modern, profesional, dan berkelanjutan.

Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi atlet Indonesia yang mampu mengukir prestasi dan mengharumkan nama bangsa di berbagai panggung olahraga internasional pada masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *