Sri Sultan Tegas: Investasi Boleh Masuk ke Jogja, Tapi Jangan Merusak Alam

0
1777622798428-1

AWNI – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X kembali mengirimkan pesan tegas kepada para investor: pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan.
Dalam pernyataannya, Sri Sultan menegaskan bahwa Yogyakarta tetap terbuka terhadap investasi, namun dengan satu syarat mutlak ,tidak merusak alam.

“Kalau hanya akan mencemari atau merusak lingkungan, lebih baik tidak usah masuk ke Jogja,” tegasnya.
Pernyataan tersebut bukan sekadar retorika. Ia berakar pada filosofi hidup masyarakat Yogyakarta, Hamemayu Hayuning Bawana, yang mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan dan keindahan alam sebagai bagian dari kehidupan.

Ekonomi Tumbuh, Alam Harus Tetap Lestari

Di tengah pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta yang menunjukkan tren positif, Sri Sultan mengingatkan bahwa keberlanjutan harus menjadi fondasi utama pembangunan.
Menurutnya, kerusakan lingkungan kerap kali berasal dari aktivitas manusia sendiri dan pada akhirnya akan kembali menjadi ancaman serius dalam bentuk bencana ekologis.
“Pertumbuhan ekonomi penting, tetapi jangan sampai kita membayar dengan kerusakan alam yang dampaknya jauh lebih besar,” menjadi pesan kuat yang disampaikan.

Potensi Besar Wilayah Selatan DIY

Wilayah selatan DIY seperti Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Beberapa sektor unggulan yang menjadi perhatian antara lain:
Hasil laut yang melimpah
Destinasi wisata berkelas dunia
Pertumbuhan UMKM berbasis lokal
Namun demikian, sejumlah tantangan masih menjadi pekerjaan rumah, seperti keterbatasan infrastruktur jalan, distribusi logistik yang belum optimal, risiko bencana pesisir, serta ketersediaan air bersih di beberapa wilayah.
Sri Sultan juga menyoroti pentingnya pembangunan jalur konektivitas utara–selatan, bukan hanya barat–timur seperti yang selama ini dominan. Infrastruktur ini dinilai krusial untuk membuka akses distribusi hasil laut dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan selatan.

Selektif terhadap Investasi

Ke depan, Yogyakarta diarahkan untuk menerima investasi yang:
Ramah lingkungan
Sesuai karakter wilayah
Memberikan manfaat jangka panjang
Beberapa sektor yang dinilai ideal meliputi pariwisata berkelanjutan, industri pengolahan hasil laut, hingga pertanian modern berbasis teknologi.
Sebaliknya, investasi yang berorientasi keuntungan cepat namun berpotensi merusak lingkungan tidak akan mendapat tempat.

Membuka Pintu, Tapi dengan Filter Ketat

Sikap Pemerintah Daerah DIY menegaskan bahwa keterbukaan terhadap investasi bukan berarti tanpa batas. Ada prinsip yang dijaga, ada nilai yang tidak bisa ditawar.
Yogyakarta, dengan segala kekayaan alam dan budayanya, memilih jalan pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *