Longsor Gletser di Pegunungan Andes Peru, Dua Pendaki Hilang dan Satu Pemandu Selamat
SOROTAN PUBLIK – Longsor gletser menerjang kawasan pendakian Nevado Tocllaraju di Pegunungan Andes, Peru, pada Rabu (17/6/2026) dini hari. Insiden yang terjadi sekitar pukul 05.40 waktu setempat itu menyebabkan dua pendaki asing hilang, sementara seorang pemandu lokal berhasil selamat setelah sempat terjebak di area longsoran.
Peristiwa terjadi di kawasan Cordillera Blanca, Provinsi Carhuaz, Departemen Ancash, salah satu destinasi pendakian gunung es paling populer di Peru yang berada pada ketinggian lebih dari 6.000 meter di atas permukaan laut.
Korban selamat diketahui bernama Florentino Caldua, seorang pemandu pendakian lokal yang berhasil mengirimkan sinyal darurat dari lokasi kejadian. Ia kemudian dievakuasi menggunakan helikopter dan mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Víctor Ramos Guardia, Kota Huaraz.
Sementara itu, dua pendaki yang masih dinyatakan hilang diidentifikasi sebagai Daniel Navarro, warga negara Meksiko, dan Sandra Covone, warga negara Kanada.
Longsor Terjadi Secara Mendadak
Menurut laporan tim penyelamat, longsoran es terjadi secara tiba-tiba saat ketiga pendaki sedang melakukan ekspedisi menuju puncak Nevado Tocllaraju.
Kondisi medan yang ekstrem serta suhu yang sangat rendah menyulitkan upaya penyelamatan di lokasi kejadian.
Setelah berhasil menyelamatkan diri, Florentino Caldua segera mengaktifkan perangkat komunikasi satelit untuk mengirimkan sinyal darurat kepada tim penyelamat.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Casa de Guías de Alta Montaña yang mengaktifkan prosedur tanggap darurat dan berkoordinasi dengan pemerintah Peru untuk melakukan operasi pencarian.
Helikopter Dikerahkan
Mengingat lokasi kejadian berada di kawasan pegunungan yang sulit dijangkau melalui jalur darat, pemerintah Peru mengerahkan helikopter kepolisian guna mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban.
Tim penyelamat menghadapi tantangan besar karena medan yang curam, lapisan es yang tidak stabil, serta risiko longsoran susulan yang masih mengancam keselamatan petugas.
Operasi pencarian terhadap dua pendaki yang hilang terus dilakukan dengan melibatkan pemandu gunung profesional, aparat keamanan, serta tim penyelamat khusus pegunungan.
Hingga laporan terakhir, kedua pendaki tersebut belum ditemukan.
Aktivitas Longsor Meningkat di Cordillera Blanca
Insiden di Nevado Tocllaraju menambah daftar kejadian longsoran es yang terjadi di kawasan Cordillera Blanca dalam beberapa pekan terakhir.
Sebelumnya, fenomena serupa juga dilaporkan terjadi di kawasan Huandoy dan Huascarán yang berada dalam rangkaian Pegunungan Andes Peru.
Para ahli glasiologi menilai meningkatnya frekuensi longsoran berkaitan dengan proses penyusutan gletser yang berlangsung semakin cepat akibat perubahan iklim global.
Perubahan struktur lapisan es membuat lereng gunung menjadi lebih tidak stabil dan meningkatkan risiko longsoran, runtuhan es, maupun banjir akibat luapan danau glasial.
Peru Kehilangan 42 Persen Gletser
Lembaga Penelitian Gletser dan Ekosistem Pegunungan Peru (INAIGEM) sebelumnya memperingatkan bahwa penyusutan gletser telah menjadi ancaman serius bagi kawasan Andes.
Dalam enam dekade terakhir, Peru dilaporkan kehilangan sekitar 42 persen luas gletsernya atau setara dengan sekitar 700 kilometer persegi lapisan es yang mencair.
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada ketersediaan air bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko bencana alam di kawasan pegunungan.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa mencairnya gletser dapat memicu longsoran es, runtuhan batuan, serta luapan danau glasial yang berpotensi mengancam permukiman penduduk di wilayah hilir.
Ancaman yang Kian Nyata
Longsor di Nevado Tocllaraju menjadi pengingat bahwa dampak perubahan iklim semakin nyata dirasakan di berbagai belahan dunia.
Selain memengaruhi keseimbangan ekosistem pegunungan, penyusutan gletser juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pendaki dan wisatawan yang beraktivitas di kawasan pegunungan tinggi.
Ke depan, pemerintah Peru didorong untuk memperkuat sistem pemantauan gletser, memperluas jaringan peringatan dini, serta meningkatkan standar keselamatan pendakian di kawasan Andes.
Bagi komunitas pendaki, pemahaman terhadap perubahan kondisi medan dan kesiapan menghadapi keadaan darurat menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko saat melakukan ekspedisi di kawasan pegunungan yang semakin rentan terhadap bencana alam.
