Wamen KP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla Dorong Transformasi Pekerja Migran, Dari Kompetensi hingga Perlindungan Menyeluruh
AWNI — Wakil Menteri Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menegaskan bahwa pelindungan pekerja migran Indonesia tidak lagi dipandang sebagai kebijakan parsial, melainkan sebagai sebuah ekosistem menyeluruh yang dimulai dari peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa kualitas menjadi fondasi utama perlindungan.
“Ketika kompetensi meningkat, maka pelindungan akan ikut menguat. Ini bukan sekadar program, tetapi transformasi sistem,” menjadi garis besar pesan yang disampaikan.
Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui program SMK Go Global, yang dirancang untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang siap bersaing di pasar internasional. Program ini membuka peluang penghasilan yang lebih luas, memperkuat daya saing, sekaligus menjadi strategi jangka panjang dalam memutus rantai kemiskinan.
Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, tetapi juga membangun kualitas dari hulu ,melalui pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan global.
Di sisi lain, pemerintah tetap menaruh perhatian pada penguatan desa sebagai basis pembangunan. Dengan demikian, masyarakat memiliki pilihan masa depan yang beragam, tanpa harus meninggalkan akar sosial dan ekonomi di daerah asal.
Transformasi ini menandai arah baru kebijakan pekerja migran Indonesia: tidak lagi sekadar penempatan tenaga kerja, tetapi membangun pekerja migran yang kompeten, bermartabat, dan terlindungi dalam satu sistem yang terintegrasi.
