Komisi IX DPR Soroti Belum Optimalnya Layanan Jantung RSUD Komodo, Bupati Minta Cathlab Segera Diaktifkan
LABUAN BAJO — Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja spesifik ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (24/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau pelayanan kesehatan darurat sekaligus mendorong penyelesaian kendala operasional fasilitas Catheterization Laboratory (Cathlab) yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.
Kunjungan dipimpin Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene. Dalam peninjauan tersebut, perhatian utama diarahkan pada layanan jantung dan kesiapan RSUD Komodo dalam menangani kondisi kegawatdaruratan, khususnya pasien yang membutuhkan tindakan medis cepat.
RSUD Komodo memiliki posisi strategis karena tidak hanya melayani masyarakat Kabupaten Manggarai Barat, tetapi juga menjadi salah satu fasilitas kesehatan penting bagi wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo. Sebagai salah satu destinasi pariwisata superprioritas nasional, keberadaan rumah sakit dengan layanan kegawatdaruratan yang memadai dinilai sangat penting.
Komisi IX DPR Soroti Kendala Layanan Cathlab RSUD Komodo
Fasilitas Cathlab jantung di RSUD Komodo telah diresmikan pada Agustus 2024. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi layanan unggulan untuk menangani pasien dengan kondisi jantung dan pembuluh darah yang membutuhkan tindakan segera.
Namun, dalam kunjungan tersebut, Komisi IX DPR RI menemukan bahwa pemanfaatan fasilitas Cathlab belum berjalan secara maksimal. Kendala administrasi dan tata kelola menjadi salah satu persoalan yang dinilai perlu segera diselesaikan agar fasilitas kesehatan tersebut dapat memberikan manfaat secara optimal kepada masyarakat.
Anggota Komisi IX DPR RI, Kamal, menekankan pentingnya kecepatan dalam penanganan pasien serangan jantung. Menurutnya, kondisi kegawatdaruratan jantung membutuhkan tindakan cepat sehingga persoalan administratif tidak boleh menghambat pasien memperoleh layanan medis yang dibutuhkan.
” Tidak boleh ada pembiaran pasien terhambat mendapatkan tindakan ring jantung hanya karena urusan administratif,” tegasnya.
Sorotan tersebut menjadi perhatian serius karena keterlambatan penanganan pasien dengan kondisi jantung dapat meningkatkan risiko komplikasi dan mengancam keselamatan jiwa. Karena itu, keberadaan fasilitas Cathlab yang sudah tersedia perlu diikuti dengan kesiapan operasional, tenaga medis, sistem rujukan, serta dukungan pembiayaan yang jelas.
Bupati Manggarai Barat Perintahkan Cathlab Segera Diaktifkan
Menanggapi persoalan tersebut, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi yang turut hadir dalam kunjungan langsung menginstruksikan jajaran direksi RSUD Komodo untuk segera mengaktifkan kembali layanan darurat Cathlab.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat juga menyatakan kesiapan untuk menanggung biaya pengobatan pasien dalam kondisi darurat yang belum ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Kebijakan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki KTP Manggarai Barat. Pemerintah daerah menyatakan dukungan pembiayaan juga dapat diberikan kepada pasien rujukan dari kabupaten-kabupaten lain di Nusa Tenggara Timur yang membutuhkan layanan darurat di RSUD Komodo.
Langkah ini diharapkan dapat menghilangkan hambatan administratif yang berpotensi memperlambat penanganan pasien dalam kondisi kritis. Dengan demikian, fasilitas Cathlab yang telah tersedia dapat segera difungsikan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat.
Komisi IX Dorong Dukungan Pemerintah Pusat
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma yang mendampingi kunjungan Komisi IX DPR RI menegaskan bahwa RSUD Komodo masih membutuhkan dukungan Pemerintah Pusat. Dukungan tersebut terutama berkaitan dengan pemenuhan dokter spesialis serta ketersediaan alat kesehatan strategis.
Komisi IX DPR RI juga mendorong percepatan kerja sama pelayanan dengan BPJS Kesehatan. Selain itu, tata kelola rumah sakit yang profesional dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan pelayanan kesehatan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Komisi IX berkomitmen mengawal penyelesaian berbagai kendala operasional Cathlab RSUD Komodo. Fasilitas yang telah dibangun dan diresmikan diharapkan tidak hanya menjadi infrastruktur kesehatan, tetapi benar-benar dapat digunakan untuk menyelamatkan pasien yang membutuhkan tindakan medis segera.
Dengan optimalnya layanan kateterisasi jantung, pasien serangan jantung dari Manggarai Barat dan wilayah sekitarnya diharapkan tidak lagi harus menjalani rujukan ke rumah sakit di luar daerah. Percepatan layanan tersebut berpotensi menghemat waktu dan biaya sekaligus meningkatkan peluang keselamatan pasien.
Optimalisasi layanan kesehatan di Labuan Bajo juga memiliki arti penting bagi perkembangan pariwisata superprioritas nasional. Ketersediaan rumah sakit dengan fasilitas kegawatdaruratan yang memadai dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.
Kunjungan Komisi IX DPR RI ke RSUD Komodo menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan layanan kesehatan di daerah. Dengan dukungan pemerintah daerah, Pemerintah Pusat, BPJS Kesehatan, serta tenaga medis yang memadai, fasilitas Cathlab diharapkan dapat segera beroperasi secara optimal dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
