China Perketat Pengawasan Influencer, Targetkan Konten Sensasional hingga Tanpa Kredensial
AWNI — Pemerintah China melalui badan pengawas internet Cyberspace Administration of China memperketat pengawasan terhadap konten media sosial dan influencer yang dinilai tidak berkualitas, vulgar, atau hanya mengejar sensasi demi meningkatkan engagement.
Langkah tersebut merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan Beijing untuk menertibkan ekosistem digital dan menciptakan ruang internet yang dianggap lebih “sehat” serta selaras dengan nilai sosial yang ingin dibangun pemerintah.
Ribuan Konten dan Akun Dihapus
Sejumlah platform besar seperti ByteDance (Douyin), Weibo, Xiaohongshu, hingga Kuaishou dilaporkan telah menghapus ribuan unggahan serta menutup akun influencer yang melanggar aturan.
Konten yang menjadi sasaran meliputi pamer kekayaan (flexing), gaya hidup mewah, clickbait berlebihan, eksploitasi seksual, prank ekstrem, hingga konten yang dianggap tidak memberikan nilai edukatif bagi publik.
Selain itu, regulator juga menindak akun yang memberikan nasihat di bidang kesehatan, hukum, maupun keuangan tanpa sertifikasi atau kualifikasi resmi. Pemerintah menilai hal tersebut berpotensi memicu penyebaran informasi menyesatkan di ruang digital.
Dorong “Internet Sehat” dan Tertib Informasi
China telah lama menerapkan kebijakan pengawasan ketat terhadap ruang digital, termasuk pembatasan konten yang dianggap merusak moral publik, mendorong materialisme, atau memicu disinformasi.
Dalam beberapa kampanye sebelumnya, regulator juga menyoroti konten yang dianggap mempromosikan gaya hidup berlebihan, gosip selebritas, hingga narasi negatif yang dinilai dapat memengaruhi stabilitas sosial.
Sejumlah laporan menyebutkan, platform digital di China bahkan rutin diminta melakukan moderasi ketat terhadap trending topic serta memperkuat sistem penyaringan otomatis untuk mencegah pelanggaran konten.
Pendekatan Ketat terhadap Influencer
Selain penghapusan konten, pemerintah China juga mulai memperketat aturan bagi influencer yang ingin membahas topik tertentu. Mereka diwajibkan memiliki sertifikasi atau latar belakang pendidikan yang relevan untuk bidang seperti kesehatan, hukum, pendidikan, dan finansial.
Kebijakan ini dipandang sebagai upaya untuk membatasi penyebaran informasi tidak terverifikasi, namun juga memicu perdebatan terkait ruang kebebasan berekspresi di dunia digital.
Bagian dari Kontrol Ekosistem Digital
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah China dalam mengatur ruang internet yang sangat luas, termasuk platform media sosial yang memiliki jutaan pengguna aktif setiap hari.
Pengamat menilai kebijakan tersebut mencerminkan model tata kelola internet China yang menempatkan stabilitas sosial dan kontrol informasi sebagai prioritas utama dibanding kebebasan konten tanpa batas.
