Bahrain Kecam Serangan Drone Iran yang Targetkan Sistem Navigasi Udara Sipil, Sebut Pelanggaran Kedaulatan

0
IMG-20260725-WA0011

Kementerian Luar Negeri Bahrain mengecam keras serangan drone yang disebut berasal dari Iran dan menargetkan sistem navigasi udara sipil di wilayah kerajaan tersebut. Otoritas Penerbangan Sipil Bahrain (CAA) mengonfirmasi bahwa sistem navigasi udara di Bahrain Flight Information Region (FIR) menjadi sasaran serangan drone pada Senin (20/7/2026). Meski demikian, otoritas memastikan operasional penerbangan tetap berjalan normal dan tidak terdampak.

Kementerian Luar Negeri Bahrain menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan, keamanan, dan stabilitas negara, sekaligus ancaman langsung terhadap warga sipil. Bahrain juga menyatakan bahwa penargetan fasilitas yang berkaitan dengan navigasi penerbangan sipil merupakan tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional dan prinsip-prinsip yang berlaku dalam penerbangan sipil.

Bahrain juga mengecam serangkaian serangan yang disebut menyasar fasilitas sipil dan infrastruktur vital kerajaan menggunakan rudal dan drone. Pemerintah Bahrain menilai tindakan tersebut dapat membahayakan keselamatan masyarakat serta meningkatkan risiko terhadap aktivitas penerbangan internasional di kawasan Teluk.

Penargetan sistem navigasi udara sipil menjadi perhatian serius karena fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan lalu lintas penerbangan. Gangguan terhadap sistem navigasi berpotensi meningkatkan risiko bagi pesawat, penumpang, dan awak yang melintas di wilayah udara terkait.

Kementerian Luar Negeri Bahrain menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional serta ketentuan yang mengatur keselamatan penerbangan sipil internasional. Bahrain juga menyerukan perhatian masyarakat internasional terhadap ancaman yang dinilai dapat membahayakan keselamatan penerbangan dan stabilitas kawasan.

Di sisi pertahanan, Pasukan Pertahanan Bahrain atau Bahrain Defence Force (BDF) mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara negara tersebut berhasil mencegat dan menghancurkan sejumlah ancaman udara yang disebut berasal dari Iran pada hari yang sama. Komando Umum BDF menyatakan bahwa seluruh cabang dan unit militernya berada dalam kondisi kesiapan tinggi untuk mempertahankan wilayah kerajaan.

Pemerintah Bahrain juga menegaskan haknya untuk mengambil langkah-langkah yang sah guna melindungi kedaulatan, keamanan, dan stabilitas negara serta mempertahankan wilayah dan fasilitas vitalnya. Sikap tersebut dikaitkan dengan hak pertahanan diri yang diakui dalam Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Bahrain kembali menyerukan kepada komunitas internasional dan Dewan Keamanan PBB agar mengambil langkah tegas terhadap tindakan yang dinilai mengancam keamanan kawasan. Pemerintah Bahrain juga meminta agar pihak yang bertanggung jawab atas serangan dapat dimintai pertanggungjawaban berdasarkan hukum internasional.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang turut berdampak pada sejumlah negara di kawasan Teluk. Serangkaian serangan rudal dan drone dilaporkan terjadi di wilayah negara-negara yang menjadi lokasi fasilitas atau pangkalan militer Amerika Serikat.

Kuwait juga sebelumnya melaporkan adanya serangan rudal dan drone yang kemudian direspons dengan pengerahan sistem pertahanan udara. Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa eskalasi konflik Iran-AS berpotensi memiliki dampak lebih luas terhadap keamanan negara-negara Teluk dan infrastruktur sipil di kawasan.

Kecaman Bahrain terhadap serangan drone tersebut menambah tekanan diplomatik terhadap Iran di tengah situasi regional yang semakin tegang. Perhatian masyarakat internasional kini tertuju pada perkembangan keamanan di kawasan Teluk, terutama terkait keselamatan penerbangan sipil, perlindungan infrastruktur vital, dan upaya diplomatik untuk mencegah konflik berkembang menjadi eskalasi yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *