AHY: Giant Sea Wall Jadi Strategi Jangka Panjang Lindungi Pesisir Pantura dari Dampak Perubahan Iklim

0
IMG-20260705-WA0013

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk melindungi kawasan pesisir utara Pulau Jawa (Pantura) dari ancaman perubahan iklim, kenaikan muka air laut, dan banjir rob.

Menurut AHY, proyek tersebut masih berada dalam tahap pematangan konsep agar dapat dilaksanakan secara terencana, komprehensif, dan berkelanjutan. Pemerintah menilai pembangunan tanggul laut berskala besar harus dirancang secara matang karena melibatkan berbagai kementerian, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya.

Penyusunan konsep proyek dilakukan melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di wilayah pesisir utara Jawa.

Proyek Giant Sea Wall telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025. Infrastruktur tersebut direncanakan membentang sepanjang sekitar 535 hingga 700 kilometer, mencakup wilayah pesisir dari Jakarta hingga Jawa Timur.

Pemerintah menilai pembangunan Giant Sea Wall memiliki peran penting dalam meningkatkan ketahanan wilayah pesisir, melindungi kawasan permukiman, menjaga aktivitas ekonomi, serta mengurangi dampak perubahan iklim terhadap masyarakat.

Selain itu, kawasan Pantura merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang menjadi lokasi berbagai kawasan industri, pelabuhan, pusat logistik, serta lahan pertanian produktif sehingga membutuhkan perlindungan jangka panjang dari ancaman abrasi dan banjir rob.

Untuk mendukung pembiayaan proyek, pemerintah berencana menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Skema tersebut diharapkan mampu mendorong partisipasi sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur strategis nasional.

Di samping pembangunan tanggul laut, pemerintah juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis alam melalui rehabilitasi hutan mangrove sebagai bagian dari perlindungan kawasan pesisir. Mangrove dinilai memiliki fungsi penting dalam mengurangi abrasi, menahan intrusi air laut, menyerap karbon, serta menjaga ekosistem pesisir.

AHY menegaskan bahwa keberhasilan proyek Giant Sea Wall memerlukan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat. Dengan pendekatan yang terintegrasi, proyek tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan wilayah pesisir sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *