Kepala BSSN Dorong Pesantren Perkuat Ketahanan Siber, Santri Disiapkan Hadapi Era AI dan Ancaman Digital

0
IMG-20260725-WA0070

JAKARTA — Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan pentingnya penguatan literasi digital dan keamanan siber di lingkungan pesantren sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan serta kedaulatan digital Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan dalam Ijtima’ Ulama Indonesia yang digelar di Jakarta pada Kamis (23/7/2026). Forum tersebut menjadi ruang strategis bagi ulama dan pengasuh pesantren untuk membahas berbagai persoalan kebangsaan, termasuk tantangan yang muncul seiring pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Di tengah meningkatnya ancaman siber, penyebaran informasi palsu, penipuan daring, hingga penyalahgunaan teknologi berbasis AI, pesantren dinilai memiliki posisi penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Kepala BSSN mendorong kolaborasi antara pemerintah, pesantren, ulama, pengasuh lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat untuk melahirkan generasi santri yang cakap teknologi sekaligus memiliki kesadaran tinggi terhadap keamanan digital.

Santri Cakap Teknologi Jadi Garda Kedaulatan Digital

Penguatan literasi digital di pesantren dinilai menjadi kebutuhan penting karena santri merupakan bagian dari generasi muda yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sosial masyarakat. Kemampuan memahami ruang digital diharapkan dapat membuat santri lebih kritis dalam menyaring informasi dan tidak mudah menjadi korban maupun penyebar hoaks.

Selain itu, pemahaman mengenai keamanan siber juga diperlukan agar generasi muda mampu mengenali berbagai bentuk ancaman digital, mulai dari penipuan daring, pencurian data pribadi, manipulasi informasi, hingga berbagai modus kejahatan siber yang terus berkembang.

BSSN menilai perkembangan teknologi AI membawa peluang besar sekaligus tantangan baru. Karena itu, transformasi digital harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar teknologi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal produktif tanpa mengabaikan aspek keamanan dan etika.

Pesantren, dengan jaringan pendidikan yang luas dan kedekatannya dengan masyarakat, dinilai dapat menjadi salah satu pusat penguatan budaya keamanan digital di Indonesia.

Generasi santri diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi bagian dari ekosistem digital nasional yang aman, sehat, produktif, dan berintegritas.

BSSN Perkuat Literasi Keamanan Siber di Pesantren

Komitmen penguatan keamanan siber di lingkungan pesantren juga telah dilakukan melalui berbagai program literasi. Salah satunya melalui Gerakan Literasi Keamanan Siber (GELITIKS) yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo pada April 2026.

Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman santri mengenai keamanan digital, penggunaan media sosial secara bijak, serta pentingnya membangun jejak digital yang positif.

Literasi keamanan siber diharapkan dapat membekali santri dengan kemampuan untuk menghadapi berbagai risiko di ruang digital sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi secara produktif.

Penguatan kapasitas tersebut menjadi semakin penting karena ruang siber kini telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Aktivitas pendidikan, ekonomi, komunikasi, hingga pelayanan publik semakin bergantung pada teknologi digital.

Dalam kondisi tersebut, keamanan siber bukan lagi hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat.

Pesantren Berperan dalam Membangun Ketahanan Digital Bangsa

Kolaborasi BSSN dengan lingkungan pesantren diharapkan dapat memperluas kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keamanan digital. Santri yang memiliki pemahaman teknologi dan literasi keamanan siber dapat menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Kepala BSSN menekankan bahwa tantangan era AI dan perkembangan ruang siber membutuhkan kesiapan dari seluruh lapisan masyarakat. Pesantren sebagai salah satu institusi pendidikan yang memiliki akar kuat di tengah masyarakat memiliki potensi besar untuk ikut memperkuat ketahanan digital nasional.

Melalui penguatan literasi digital, peningkatan kesadaran keamanan siber, serta kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan, Indonesia diharapkan mampu membangun ekosistem digital yang lebih aman dan berdaulat.

Santri masa kini tidak hanya dituntut unggul dalam ilmu agama, tetapi juga perlu memiliki kecakapan menghadapi perkembangan teknologi. Dengan bekal tersebut, generasi santri diharapkan dapat menjadi bagian penting dari garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kedaulatan digital Indonesia di tengah transformasi teknologi yang berlangsung semakin cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *