Kementan dan WOAH Gelar Workshop Kesejahteraan Hewan, Perkuat Kolaborasi Internasional untuk Peternakan Berkelanjutan

0
IMG-20260725-WA0075

JAKARTA — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menggandeng World Organisation for Animal Health (WOAH) dan A World of Good Initiative Inc. dalam penyelenggaraan International Animal Welfare Workshop pada Rabu (22/7/2026). Forum internasional ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan penerapan standar kesejahteraan hewan di Indonesia sekaligus mendorong pembangunan sektor peternakan yang semakin modern dan berkelanjutan.

Workshop tersebut menghadirkan para pakar dan pemangku kepentingan dari berbagai negara. Kesejahteraan hewan menjadi salah satu isu penting yang dibahas karena tidak lagi dipandang hanya sebagai persoalan etika dalam pemeliharaan ternak, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan hewan, keamanan pangan, ketahanan pangan, produktivitas peternakan, hingga daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Kementan Dorong Kesejahteraan Hewan Jadi Pilar Peternakan Berkelanjutan

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH, I Ketut Wirata, yang mewakili Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, menegaskan bahwa dalam satu dekade terakhir, perspektif mengenai kesejahteraan hewan telah mengalami perkembangan signifikan.

Kesejahteraan hewan kini semakin dipahami sebagai bagian penting dari pembangunan peternakan berkelanjutan. Penerapan standar kesejahteraan hewan yang baik dinilai dapat membantu menciptakan hewan yang lebih sehat, meningkatkan keamanan pangan, memperkuat kepercayaan masyarakat, sekaligus meningkatkan daya saing produk peternakan Indonesia di pasar global.

Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep Kesehatan dan Kesejahteraan Terpadu atau One Health-One Welfare, yang menempatkan kesehatan dan kesejahteraan hewan, manusia, serta lingkungan sebagai bagian yang saling berkaitan.

Investasi dalam kesejahteraan hewan pada akhirnya dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan sistem peternakan yang lebih produktif, tangguh, dan berkelanjutan. Sistem tersebut juga diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha peternakan.

Indonesia Perkuat Regulasi dan Tata Kelola Kesejahteraan Hewan

Sebagai bagian dari komitmen pemerintah, Indonesia terus memperkuat penyelenggaraan kesejahteraan hewan melalui kebijakan berbasis ilmu pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendidikan, pengawasan, serta kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.

Salah satu langkah strategis yang telah dilakukan adalah penerbitan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Hewan. Regulasi tersebut menjadi salah satu landasan dalam memperkuat tata kelola kesejahteraan hewan di Indonesia.

Meski demikian, penerapan kesejahteraan hewan masih menghadapi berbagai tantangan. Kondisi geografis Indonesia yang luas, perbedaan kapasitas antardaerah, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap praktik peternakan yang bertanggung jawab menjadi sejumlah tantangan yang harus diatasi.

Di sisi lain, kemajuan ilmu kedokteran hewan, teknologi digital, riset perilaku hewan, serta kemitraan internasional membuka peluang besar untuk memperkuat penerapan standar kesejahteraan hewan di seluruh rantai usaha peternakan.

Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting. Pemerintah, akademisi, profesi kedokteran hewan, pelaku usaha, masyarakat sipil, hingga organisasi internasional dinilai memiliki peran masing-masing dalam membangun sistem kesejahteraan hewan yang efektif dan berkelanjutan.

Indonesia Dinilai Berpeluang Jadi Rujukan di Asia Tenggara

Regional Strategy Specialist Asia Pacific dari A World of Good Initiative Inc., Syed Naeem Abbas, mengapresiasi komitmen Pemerintah Indonesia dalam mendorong agenda kesejahteraan hewan di kawasan Asia.

Menurutnya, penyelenggaraan workshop tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi jangka panjang antara Indonesia dan komunitas internasional dalam memperkuat tata kelola kesejahteraan hewan.

Indonesia dinilai memiliki posisi strategis dalam pengembangan kesejahteraan hewan di kawasan Asia Tenggara. Dengan sektor peternakan yang besar dan berbagai kebijakan progresif yang telah diterapkan, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi salah satu rujukan dalam penguatan tata kelola kesejahteraan hewan di kawasan.

Peningkatan standar kesejahteraan hewan juga dinilai memiliki dampak yang lebih luas terhadap kesehatan masyarakat, perdagangan, dan perekonomian. Praktik yang baik dapat membantu mengurangi prevalensi penyakit, mendukung pengendalian resistensi antimikroba, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat akses produk peternakan ke pasar internasional.

Kesejahteraan Hewan Perkuat Daya Saing Produk Peternakan

Pakar dari Institute of Tropical Agriculture and Food Security (ITAFoS), Universiti Putra Malaysia, Zulkifli Idrus, menekankan pentingnya penerapan kesejahteraan hewan sebagai investasi jangka panjang bagi industri peternakan, khususnya sektor perunggasan.

Menurutnya, ayam yang sehat memiliki performa produksi yang lebih baik, tingkat kematian yang lebih rendah, risiko penyakit yang lebih kecil, serta berpotensi menghasilkan produk dengan kualitas lebih baik.

Kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperkuat daya saing industri peternakan. Dengan kata lain, penerapan kesejahteraan hewan yang baik tidak hanya memberikan manfaat bagi hewan, tetapi juga bagi peternak, konsumen, industri, dan sistem pangan secara keseluruhan.

Melalui International Animal Welfare Workshop, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat implementasi kesejahteraan hewan sebagai bagian dari pembangunan peternakan nasional yang modern, beretika, produktif, dan berkelanjutan.

Penguatan kapasitas sumber daya manusia, penyempurnaan kebijakan, serta kolaborasi dengan mitra nasional dan internasional diharapkan dapat meningkatkan kesehatan hewan, keamanan pangan, kesejahteraan peternak, sekaligus memperkuat daya saing produk peternakan Indonesia di pasar global.

Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, Indonesia diharapkan mampu membangun sistem peternakan yang tidak hanya mengejar produktivitas, tetapi juga menjadikan kesejahteraan hewan sebagai bagian penting dari pembangunan sektor peternakan yang berkelanjutan dan berorientasi pada masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *