AS Kembali Serang Konarak dan Chabahar, Iran Konfirmasi Dua Titik di Tenggara Jadi Sasaran
Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara terhadap Iran untuk malam ke-11 berturut-turut. Serangan tersebut dilaporkan menyasar wilayah Konarak dan Chabahar di Provinsi Sistan dan Baluchestan, Iran tenggara. Ledakan terdengar di kedua wilayah pesisir tersebut pada Rabu (22/7/2026) hingga Kamis (23/7/2026) dini hari.
Wakil Gubernur Sistan dan Baluchestan untuk Urusan Keamanan, Ali Khalilabadi, mengonfirmasi bahwa dua titik di wilayah Chabahar dan Konarak menjadi sasaran serangan Amerika Serikat pada Kamis dini hari.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, dan televisi negara Iran juga melaporkan adanya serangan udara Amerika Serikat di Kabupaten Konarak. Namun, hingga perkembangan terakhir, belum terdapat keterangan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun tingkat kerusakan akibat serangan tersebut.
Chabahar dikenal sebagai salah satu pelabuhan komersial penting Iran, sedangkan Konarak menjadi lokasi pangkalan angkatan laut utama Iran. Penargetan dua wilayah tersebut dinilai berkaitan dengan upaya Amerika Serikat untuk menekan kemampuan militer Iran di sepanjang pesisir selatan negara itu.
Komando Pusat Amerika Serikat atau United States Central Command (CENTCOM) menyatakan bahwa operasi militer tersebut bertujuan mengurangi kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di kawasan strategis Selat Hormuz.
Dalam serangan tersebut, pasukan Amerika Serikat disebut menggunakan amunisi presisi untuk menargetkan sejumlah fasilitas militer dan kemampuan strategis Iran, termasuk sistem pertahanan pantai, lokasi rudal dan drone, serta kemampuan maritim yang dinilai dapat digunakan untuk mengancam kapal-kapal komersial.
Eskalasi terbaru ini berlangsung setelah kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya dimediasi Pakistan pada Juni 2026 berakhir. Kesepakatan tersebut dilaporkan runtuh pada 8 Juli setelah meningkatnya ketegangan terkait serangan terhadap kapal-kapal komersial di kawasan Selat Hormuz.
Iran kemudian melancarkan serangkaian serangan menggunakan rudal dan drone yang menyasar sejumlah fasilitas dan pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara kawasan Teluk. Serangkaian aksi tersebut semakin memperluas dampak konflik dan meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan regional.
Di tengah eskalasi yang terus meningkat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengeluarkan ancaman baru terhadap Iran. Trump menyatakan bahwa setiap serangan Iran terhadap kapal di Selat Hormuz akan dibalas dengan serangan terhadap infrastruktur di Iran, termasuk jembatan atau pembangkit listrik.
Ancaman tersebut kemudian mendapat respons keras dari pihak Iran. Teheran memperingatkan Amerika Serikat agar tidak menyerang fasilitas strategis dan menegaskan bahwa eskalasi lebih lanjut dapat membawa dampak luas terhadap keamanan kawasan serta perdagangan energi dunia.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, juga memperingatkan bahwa jika Iran tidak dapat mengekspor minyak, maka negara-negara lain juga akan menghadapi gangguan terhadap aktivitas ekspor minyak mereka. Pernyataan tersebut semakin meningkatkan kekhawatiran mengenai potensi gangguan pasokan energi global jika konflik meluas.
Serangan terbaru terhadap Konarak dan Chabahar kini menjadi bagian dari rangkaian eskalasi militer yang semakin kompleks antara Amerika Serikat dan Iran. Posisi strategis kawasan tersebut, terutama kedekatannya dengan jalur pelayaran dan Selat Hormuz, membuat perkembangan konflik menjadi perhatian dunia internasional.
Masyarakat internasional kini menghadapi kekhawatiran bahwa serangkaian serangan balasan dapat memicu konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Selain ancaman terhadap keamanan kawasan, gangguan terhadap jalur pelayaran dan perdagangan energi juga berpotensi memberikan dampak terhadap stabilitas ekonomi global.
Situasi di sekitar Selat Hormuz dan pesisir selatan Iran pun terus menjadi perhatian. Dunia kini menunggu perkembangan selanjutnya setelah serangan malam ke-11 tersebut, sementara upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran masih menghadapi tantangan besar.
