Sudaryono Resmi Dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Amran: Capaian Kementan Tak Lepas dari Perannya
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada Sudaryono yang resmi dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (22/7/2026).
Dalam kunjungan kerjanya di Kampus ITS Sidoarjo, Amran menyampaikan bahwa sejumlah capaian strategis Kementerian Pertanian dalam beberapa tahun terakhir tidak terlepas dari kontribusi Sudaryono yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Amran menyebut sejumlah capaian sektor pertanian, antara lain peningkatan nilai ekspor pertanian hingga Rp160 triliun dan penurunan impor sekitar Rp40 triliun. Menurutnya, berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama dan dukungan berbagai pihak dalam memperkuat sektor pertanian nasional.
Ia juga menilai langkah percepatan tanam, optimalisasi lahan, program cetak sawah, modernisasi mekanisasi pertanian, serta penguatan hilirisasi komoditas menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Swasembada ini yang kita capai, seluruh capaian ini karena ada Pak Sudaryono di dalamnya. Saya bangga dengan beliau,” ujar Amran.
Sudaryono kini mengemban amanah baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Penunjukan tersebut dinilai strategis karena kebijakan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat memiliki keterkaitan yang erat.
Pengalaman Sudaryono selama berada di Kementerian Pertanian diharapkan dapat menjadi modal dalam menjalankan tugas barunya, terutama dalam memperkuat sinergi antara produksi pangan nasional dan program pemenuhan gizi masyarakat.
Salah satu program yang menjadi perhatian pemerintah adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Pelaksanaan program tersebut membutuhkan ketersediaan bahan pangan yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, sinergi antara Badan Gizi Nasional dan Kementerian Pertanian menjadi penting untuk memastikan rantai pasok pangan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan program gizi nasional.
Pelantikan Sudaryono sebagai Kepala BGN sekaligus menandai berakhirnya masa tugasnya sebagai Wakil Menteri Pertanian. Dengan amanah baru tersebut, Sudaryono diharapkan dapat membawa pengalaman dan pemahamannya mengenai sektor pangan untuk memperkuat pelaksanaan kebijakan gizi nasional.
Badan Gizi Nasional memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat. Penguatan program gizi diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, termasuk dalam upaya mengatasi persoalan kekurangan gizi dan stunting.
Amran juga berharap koordinasi antara Kementerian Pertanian dan Badan Gizi Nasional tetap berjalan erat. Kementerian Pertanian memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan dan kualitas pangan, sementara BGN berperan dalam mengelola kebijakan dan program pemenuhan gizi masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam membangun sistem pangan dan gizi yang berkelanjutan. Ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat merupakan dua agenda yang saling berkaitan dalam pembangunan sumber daya manusia.
Dengan pengalaman yang dimiliki Sudaryono di sektor pertanian, pemerintah berharap kepemimpinannya di BGN dapat memperkuat pelaksanaan program gizi nasional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penguatan gizi masyarakat menjadi bagian penting dari agenda pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Melalui kebijakan yang terintegrasi antara pangan, kesehatan, dan gizi, pemerintah diharapkan mampu menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan memiliki daya saing.
Kini, tantangan baru berada di pundak Sudaryono untuk meneruskan amanah sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Keberhasilan kepemimpinannya akan sangat ditentukan oleh kemampuan membangun koordinasi lintas sektor, memastikan program berjalan tepat sasaran, serta menjaga tata kelola yang transparan dan akuntabel demi kepentingan masyarakat luas.
