China Keluarkan Peringatan Merah Banjir Bandang dan Longsor, Topan Bavi Picu Evakuasi Massal Lebih dari 102 Ribu Warga

0
IMG-20260713-WA0026

JAKARTA – Pemerintah China mengeluarkan peringatan merah atau tingkat bahaya tertinggi untuk ancaman banjir bandang dan bencana geologi setelah Topan Bavi membawa hujan ekstrem ke sejumlah wilayah pada Sabtu (11/7/2026). Langkah ini diambil menyusul meningkatnya risiko banjir, tanah longsor, serta runtuhan tanah yang mengancam jutaan penduduk di berbagai provinsi.

Peringatan merah diterbitkan bersama oleh Kementerian Sumber Daya Air, Kementerian Sumber Daya Alam, dan Administrasi Meteorologi China (China Meteorological Administration/CMA). Status tersebut berlaku mulai Sabtu malam hingga Minggu (12/7/2026) dengan potensi hujan sangat lebat yang masih terus berlangsung.

Wilayah yang diperkirakan menghadapi risiko tertinggi meliputi bagian timur Beijing, timur laut Hebei, sebagian Zhejiang, Anhui, serta beberapa kawasan di Liaoning. Sementara itu, sejumlah provinsi lain seperti Tianjin, Mongolia Dalam, Jilin, Heilongjiang, Jiangxi, Fujian, Sichuan, Yunnan, Xizang (Tibet), Shaanxi, dan Gansu juga berada dalam kategori risiko tinggi.

Topan Bavi Memicu Hujan Ekstrem

Topan Bavi dilaporkan mendarat di Kota Taizhou, Provinsi Zhejiang, dengan kecepatan angin maksimum sekitar 144 kilometer per jam. Kehadiran topan tersebut membawa curah hujan sangat tinggi yang meningkatkan potensi banjir bandang, luapan sungai, dan longsor di berbagai daerah.

Pemerintah daerah bergerak cepat melakukan langkah mitigasi guna meminimalkan korban jiwa. Otoritas setempat mengevakuasi warga dari kawasan rawan serta menutup berbagai lokasi wisata, proyek konstruksi, dan fasilitas umum yang berisiko terdampak bencana.

Lebih dari 102 Ribu Warga Dievakuasi

Hingga akhir pekan, sedikitnya 102.800 warga telah dievakuasi dari wilayah berisiko tinggi. Selain itu, jutaan penduduk di beberapa provinsi juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan dan tanah longsor.

Di Provinsi Zhejiang saja, lebih dari 1,7 juta orang terdampak langkah mitigasi bencana, sementara evakuasi juga dilakukan di Fujian, Beijing, dan Shanghai sebagai langkah antisipatif menghadapi cuaca ekstrem.

Pemerintah China turut menutup sekitar 180 kawasan wisata dan menghentikan sementara aktivitas di sekitar 4.000 lokasi konstruksi demi menjaga keselamatan masyarakat.

Ancaman Meluas ke Sungai Besar

Curah hujan tinggi juga meningkatkan risiko banjir di daerah aliran Sungai Kuning dan Sungai Yangtze. Otoritas sumber daya air telah mengeluarkan peringatan dini dan memperketat pemantauan terhadap debit air di sejumlah bendungan serta sungai utama.

Di wilayah Guangxi, banjir dilaporkan turut menghanyutkan sebuah peternakan ular sehingga ratusan ekor ular, termasuk beberapa jenis berbisa, lepas ke lingkungan sekitar dan memicu kewaspadaan tambahan bagi warga.

Warga Diminta Tetap Siaga

Badan meteorologi China memperkirakan hujan lebat masih berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan seiring pergerakan Topan Bavi yang masih membawa kelembapan tinggi ke wilayah utara dan timur laut negara tersebut.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengikuti seluruh arahan evakuasi, menghindari daerah rawan banjir dan longsor, serta terus memantau informasi cuaca resmi. Dengan masih tingginya potensi bencana hidrometeorologi, kesiapsiagaan seluruh pihak menjadi faktor penting untuk meminimalkan dampak terhadap masyarakat dan infrastruktur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *