Komisi IV DPR RI Dukung Kementan Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi El Nino Demi Ketahanan Pangan Nasional

0
1783313040764

BANJARBARU – Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat sinergi dalam mengantisipasi dampak fenomena El Nino terhadap subsektor peternakan dan ketahanan pangan nasional. Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ke Balai Veteriner (BV) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (3/7/2026).

Kunjungan dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, untuk meninjau kesiapan Balai Veteriner Banjarbaru dalam menghadapi potensi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi ketersediaan pakan dan air bagi ternak, meningkatkan risiko penyakit hewan, serta berdampak terhadap produksi pangan nasional.

Dalam keterangannya, Titiek Soeharto menegaskan Kalimantan Selatan memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional sekaligus penyangga kebutuhan pangan bagi sejumlah wilayah di Kalimantan, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Karena itu, kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim harus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.

Mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah diperkirakan mengalami curah hujan di bawah normal. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi agar produksi pertanian dan peternakan tetap berjalan serta pasokan dan stabilitas harga pangan nasional tetap terjaga.

Komisi IV DPR RI juga menilai penguatan sistem irigasi, penyediaan sarana produksi pertanian, pengamanan cadangan pangan, serta peningkatan layanan kesehatan hewan menjadi langkah penting dalam menghadapi dampak musim kemarau.

Selain itu, Titiek Soeharto mengapresiasi peran Balai Veteriner Banjarbaru sebagai laboratorium veteriner rujukan regional di Kalimantan. Menurutnya, peningkatan kapasitas laboratorium, baik dari sisi peralatan, sumber daya manusia, maupun sistem biosekuriti, perlu terus diperkuat agar kemampuan deteksi dini terhadap penyakit hewan semakin optimal.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan Kementan telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi menghadapi El Nino. Langkah tersebut meliputi penguatan surveilans penyakit hewan, peningkatan kapasitas laboratorium veteriner, pelaksanaan vaksinasi, serta koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan pakan dan air bagi ternak tetap terjaga.

Kementan optimistis, melalui kesiapsiagaan yang terintegrasi, produktivitas peternakan nasional dapat dipertahankan sekaligus menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim.

Sinergi antara Kementerian Pertanian, DPR RI, pemerintah daerah, penyuluh, dan pelaku usaha peternakan diharapkan semakin memperkuat sistem kesehatan hewan nasional, mencegah munculnya wabah penyakit, serta memastikan keberlanjutan produksi pangan demi memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *