Kebakaran Pusat Animasi di Lucknow Tewaskan 15 Orang, Mayoritas Korban Pelajar dan Mahasiswa

0
IMG-20260624-WA0025

LUCKNOW – Tragedi kebakaran hebat mengguncang Kota Lucknow, negara bagian Uttar Pradesh, India, setelah sebuah gedung komersial tiga lantai yang menjadi pusat pelatihan animasi dan studio produksi game dilalap api pada Senin (22/6/2026). Sedikitnya 15 orang dilaporkan meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka-luka dalam insiden yang menjadi salah satu bencana kebakaran paling mematikan di wilayah tersebut tahun ini.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.30 waktu setempat di sebuah bangunan yang berlokasi di kawasan Aliganj, Jalan Usha Mehta. Gedung tersebut diketahui digunakan sebagai pusat pelatihan animasi digital, studio pengembangan gim, serta tempat belajar dan magang bagi puluhan pelajar dan mahasiswa.

Mayoritas korban dilaporkan berusia antara 16 hingga 25 tahun, termasuk beberapa siswi perempuan yang sedang mengikuti kegiatan belajar saat kebakaran terjadi.

Diduga Berawal dari Korsleting AC

Berdasarkan laporan awal penyelidikan, api diduga berasal dari lantai dasar gedung yang digunakan sebagai toko hewan peliharaan sekaligus klinik hewan. Kebakaran diperkirakan dipicu oleh korsleting pada unit pendingin udara (AC).

Kobaran api dengan cepat membesar karena banyaknya material mudah terbakar di dalam bangunan, termasuk furnitur kayu dan perlengkapan operasional lainnya. Dalam waktu singkat, asap pekat memenuhi seluruh lantai gedung dan menutup akses evakuasi.

Situasi semakin memburuk ketika api menjalar ke lantai dua dan tiga yang menjadi lokasi ruang kelas dan studio animasi.

Puluhan Siswa Terjebak

Saat kejadian berlangsung, sekitar 21 siswa berada di lantai atas gedung. Banyak di antara mereka terjebak karena satu-satunya tangga darurat tidak dapat digunakan akibat tertutup asap tebal dan kobaran api.

Beberapa korban nekat melompat dari lantai dua demi menyelamatkan diri. Sementara lainnya memilih berlindung di kamar mandi dengan harapan terhindar dari kepungan asap dan api.

Seorang saksi mata bernama Aman mengatakan tim penyelamat sempat berhasil mengevakuasi sejumlah korban hidup-hidup, namun sebagian lainnya tidak dapat menyelamatkan diri karena terjebak di dalam bangunan.

Operasi Penyelamatan Besar-besaran

Petugas pemadam kebakaran mengerahkan antara 14 hingga 19 unit mobil pemadam untuk menjinakkan api yang terus membesar. Sebuah kendaraan platform hidrolik juga diterjunkan guna menjangkau lantai atas gedung.

Selain petugas pemadam, tim dari National Disaster Response Force (NDRF) dan State Disaster Response Force (SDRF) turut membantu operasi pencarian dan penyelamatan.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Petugas bahkan harus membobol bagian belakang gedung untuk mengeluarkan korban yang terjebak.

Sebanyak 14 ambulans disiagakan di lokasi guna mempercepat proses evakuasi menuju rumah sakit.

15 Orang Tewas, Dua Korban Kritis

Sebanyak 22 korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke Trauma Center King George’s Medical University (KGMU).

Dari jumlah tersebut, 15 orang dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit. Tujuh korban lainnya menjalani perawatan intensif akibat luka bakar dan cedera serius.

Dua korban dilaporkan berada dalam kondisi kritis setelah mengalami luka berat akibat melompat dari gedung dan terjatuh di pagar besi. Empat korban lainnya berada dalam kondisi stabil dan masih mendapatkan perawatan medis.

Pemerintah India Perintahkan Investigasi

Wakil Kepala Menteri Uttar Pradesh, Brajesh Pathak, yang hadir langsung di lokasi kejadian menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.

“Mereka adalah anak-anak kami. Ini adalah tragedi yang sangat menyedihkan,” ujarnya.

Pemerintah negara bagian Uttar Pradesh langsung memerintahkan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kebakaran dan mengevaluasi standar keselamatan bangunan komersial di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kepala Menteri Uttar Pradesh, Yogi Adityanath, dilaporkan membatalkan seluruh agenda kunjungan kerjanya dan kembali ke Lucknow guna memantau langsung proses penanganan korban.

PM Modi Berikan Santunan

Perdana Menteri India, Narendra Modi, turut menyampaikan duka cita atas tragedi tersebut.

Pemerintah pusat mengumumkan bantuan sebesar 200.000 rupee atau sekitar Rp38 juta bagi keluarga setiap korban meninggal dunia. Selain itu, korban luka akan menerima bantuan sebesar 50.000 rupee atau sekitar Rp9,5 juta.

Presiden India Droupadi Murmu dan sejumlah pejabat tinggi negara juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Dugaan Pelanggaran Keselamatan

Hasil investigasi awal mengungkap adanya dugaan pelanggaran serius terhadap standar keselamatan kebakaran.

Bangunan tersebut dilaporkan hanya memiliki satu jalur tangga darurat dan diduga tidak memiliki sertifikat keselamatan kebakaran atau No Objection Certificate (NOC) yang masih berlaku.

Keberadaan toko hewan dengan berbagai material mudah terbakar di lantai dasar juga disebut menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api ke seluruh bangunan.

Insiden ini kembali memicu perdebatan mengenai lemahnya pengawasan keselamatan gedung komersial di India, terutama bangunan yang digunakan sebagai pusat pendidikan, pelatihan, dan aktivitas publik.

Pengingat Pentingnya Keselamatan Gedung

Tragedi Lucknow menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah maupun pengelola bangunan komersial untuk meningkatkan standar keselamatan kebakaran.

Para pengamat menilai inspeksi berkala, ketersediaan alat pemadam kebakaran, jalur evakuasi yang memadai, serta pelatihan tanggap darurat harus menjadi syarat mutlak bagi setiap bangunan yang menampung banyak orang.

Dengan banyaknya korban yang masih berusia muda, tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus menjadi pengingat bahwa kelalaian terhadap aspek keselamatan dapat berujung pada kehilangan nyawa dalam jumlah besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *