3 Calon Manajer Kopdes Meninggal Saat Latihan Militer, DPR Soroti Pelaksanaan Program, Ini Penjelasan Brigjen Rico Sirait
JAKARTA – Meninggalnya tiga peserta calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dan Kampung Nelayan Merah Putih saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) menjadi sorotan publik dan mendapat perhatian dari DPR RI.
Peristiwa tersebut memicu pertanyaan mengenai standar seleksi kesehatan, mekanisme pelatihan, serta urgensi pelaksanaan latihan dasar militer bagi calon pengelola koperasi desa yang dipersiapkan untuk menjalankan program strategis pemerintah.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut, termasuk aspek keselamatan peserta dan pengawasan kesehatan selama pelatihan berlangsung.
Total Tiga Peserta Meninggal Dunia
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini terdapat tiga peserta program yang meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil di sejumlah satuan pendidikan TNI.
Peserta yang meninggal terdiri dari:
- Anisa Muyassaroh
- Yonanda Muhammad Taufiq
- Novia Rahmadhani Sihotang
Menurut Rico, ketiga peserta tersebut telah memperoleh penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Penyebab Kematian Berbeda
Kemhan menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan medis menunjukkan ketiga peserta meninggal karena kondisi kesehatan yang berbeda.
Anisa Muyassaroh dilaporkan meninggal akibat heat stroke setelah mengalami gangguan kesehatan saat menjalani pendidikan di Balikpapan. Sementara Yonanda Muhammad Taufiq meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung setelah sebelumnya mengalami penurunan kondisi kesehatan saat mengikuti pendidikan di Baturaja.
Adapun peserta ketiga, Novia Rahmadhani Sihotang, meninggal setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Novia diketahui memiliki kondisi tuberkulosis (TBC).
Kemhan: Peserta Sudah Lolos Pemeriksaan Kesehatan
Brigjen Rico Sirait menegaskan bahwa seluruh peserta telah melalui tahapan seleksi sesuai prosedur, termasuk pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti program.
Menurutnya, para peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Kemhan dan TNI.
“Peserta telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti rangkaian pendidikan,” ujar Rico.
Kemhan Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Menyusul insiden tersebut, Kemhan menyatakan akan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan Latsarmil bagi calon manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Evaluasi akan mencakup sistem seleksi kesehatan, pengawasan medis selama pelatihan, penanganan peserta yang memiliki kondisi kesehatan khusus, hingga sistem pelaporan dan komunikasi dalam pelaksanaan program.
“Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan program,” kata Rico.
Program Strategis Nasional
Sebelumnya, Kemhan menjelaskan bahwa sekitar 30 ribu calon manajer Kopdes Merah Putih dan lebih dari 5.000 calon manajer Kampung Nelayan Merah Putih mengikuti latihan dasar militer selama 45 hari.
Pelatihan tersebut disebut bertujuan membentuk disiplin, kepemimpinan, integritas, kerja sama tim, semangat pengabdian, serta etos kerja yang kuat sebelum para peserta ditempatkan untuk mengelola koperasi dan program ekonomi desa di berbagai wilayah Indonesia.
Peristiwa meninggalnya tiga peserta kini menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk kalangan legislatif, yang mendorong evaluasi menyeluruh terhadap standar pelatihan dan perlindungan keselamatan peserta agar kejadian serupa tidak kembali terulang dalam pelaksanaan program strategis nasional tersebut.
