Pimpin Rapat Misi Perdamaian di Sentul, Menko Polkam Tekankan Disiplin dan Latihan Keras untuk Jaga Keselamatan Prajurit
AWNI , Jawa Barat — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan pentingnya peningkatan kualitas latihan dan disiplin dalam persiapan pasukan perdamaian Indonesia yang akan bertugas di bawah misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Penegasan itu disampaikan saat Rapat Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian dilanjutkan dengan pengarahan kepada 742 prajurit Satgas Kontingen Garuda (Konga) UNIFIL yang akan diberangkatkan ke Lebanon pada akhir Mei 2026, di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Senin (11/5/2026).
Latihan Keras sebagai Fondasi Kesejahteraan Prajurit
Dalam arahannya, Menko Polkam yang juga Pengarah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (TKMPP) menekankan bahwa kemampuan, keterampilan, dan disiplin adalah kunci utama keberhasilan dalam misi internasional tersebut.
Ia bahkan menyebut bahwa latihan keras merupakan bentuk “kesejahteraan sejati” bagi prajurit.
“Latihan yang keras adalah bentuk kesejahteraan yang diberikan kepada para prajurit. Karena dengan latihan keras dan disiplin maka prajurit kita bisa melaksanakan tugas dengan baik,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan menjalankan misi bukan hanya soal teknis militer, tetapi juga berdampak langsung pada kehormatan bangsa Indonesia di mata dunia.
Misi Perdamaian sebagai Wajah Indonesia di Dunia
Menko Polkam juga menyinggung pentingnya peran Indonesia dalam misi penjaga perdamaian dunia yang telah berlangsung lebih dari enam dekade.
Ia menyebut bahwa pasukan Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu kontingen terbaik di bawah PBB, dan hal tersebut harus terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Selain itu, ia juga menegaskan adanya dorongan dari Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan reputasi Indonesia dalam misi internasional, termasuk peningkatan jumlah personel serta peluang penempatan perwira TNI sebagai Force Commander di masa mendatang.
Pesan Tegas: Disiplin Adalah Harga Diri Bangsa
Dalam pengarahan terpisah kepada prajurit, Menko Polkam kembali menekankan pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap aturan selama penugasan di daerah konflik.
“Jangan sekali-kali lengah. Ketidakpatuhan bukan hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga pada nama baik bangsa,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa setiap tindakan prajurit di medan tugas akan mencerminkan langsung citra Indonesia di dunia internasional.
Menlu: Misi Perdamaian Adalah Amanat Konstitusi
Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa misi perdamaian bukan sekadar tugas militer, tetapi bagian dari amanat konstitusi Indonesia untuk ikut menjaga ketertiban dunia.
Ia juga menekankan bahwa kondisi wilayah penugasan yang penuh risiko menuntut kesiapan maksimal prajurit, baik dari segi kemampuan maupun mental.
Analisis Strategis: Indonesia dan Diplomasi Militer Global
Kegiatan ini memperlihatkan satu hal penting dalam strategi nasional Indonesia:
penguatan diplomasi militer sebagai instrumen reputasi global.
Misi perdamaian bukan hanya soal keamanan, tetapi juga:
penguatan posisi Indonesia di PBB
peningkatan pengaruh geopolitik
diplomasi berbasis kontribusi nyata di lapangan
Dalam konteks global yang semakin dinamis, kehadiran pasukan Garuda menjadi simbol bahwa Indonesia tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi sebagai aktor aktif dalam stabilitas dunia.
Penutup
Rapat koordinasi di Sentul ini menegaskan kembali bahwa misi perdamaian bukan sekadar penugasan militer, melainkan kehormatan nasional yang membawa nama besar Indonesia di panggung internasional.
Dengan disiplin tinggi, latihan yang optimal, dan kepemimpinan yang kuat, Indonesia menegaskan posisinya sebagai salah satu negara yang konsisten berkontribusi bagi perdamaian dunia.
